Rasa dan Agama
Jika CiptaanNya, alasan kita untuk bernyanyi
Jika ciptaanNya, alasan kita untuk bersorak
Jika ciptaanNya, alasan kita untuk memuji
Coba lihat…
Dua insan beda agama, sedang berusaha menjadi satu
rasa
Ditawan oleh mereka pemberi restu dengan alasan beda
agama
Dan pada akhirnya, agama menjadi tembok tertinggi
untuk menaruh rasa
Bukankah, agama adalah ciptaanNya pembawa damai?
Atau, apakah agama tidak ciptaanNya?
Atau, manusia adalah hakim mengadili benar atau salah atas
ciptanNya?
Bukankah seharusnya, kita berbeda dalam kebenaran,
bersama dalam kebaikan?
.jpg)

.jpg)
Comments
Post a Comment